Penpro.id | Sungguh sebuah kehormatan dan kejutan Prof. Jimly Asshiddiqie yang kini menjabat sebaga Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan sederet jabatan mentereng lainnya, bersedia hadir dalam Dekralasi Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro). Memang tidak ada hubungannya dengan pemilihan ketua Penpro, tetapi ini bentuk penghormatan beliau kepada profesi penulis.

Prof. Jimly hadir dalam kapasitasnya sebagai penulis dan orang yang sangat peduli dengan dunia tulis-menulis. Sewaktu Fuad Bawazier menjabat sebagai Dirjen Pajak, Prof. Jimly pernah meminta pajak buku dan pajak penulis dihapuskan saja karena jumlahnya tidak seberapa dan urusan buku adalah urusan budaya luhur. Namun, Fuad Bawazier kala itu bergeming, barulah setelah tidak menjabat, Fuad menyatakan penyesalannya.

Kisah tersebut disampaikan Prof. Jimly kala memberikan materi dalam unjuk wicara terkait penulisan profesional. Lalu, salah seorang peserta bertanya, “Apakah Bapak bisa kembali bertemu kami dalam suasana yang nonformal?”

Prof. Jimly mengatakan ia senang sekali bisa berdialog soal dunia tulis-menulis yang telah mengantarkannya menduduki berbagai posisi penting di lembaga negara. Bahkan, di mana pun ia ditempatkan, semangat menulis selalu ia tularkan. Contohnya, saat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi maka para hakim pun “dikompori” untuk menulis buku.

“Saya ini masih punya banyak waktu ….,” jawabnya santai.

Hadirin sontak tersenyum dan ada yang tertawa mengingat Prof. Jimly adalah orang yang kini supersibuk dengan berbagai jabatan yang diembannya. Namun, ia menegaskan bahwa sesibuk apa pun dia, ia tetap menulis dan menulis. Jadi, tidak ada orang tidak menulis karena tidak ada waktu.

“Makin sibuk seseorang semestinya makin mampu ia mengelola waktunya ….,” ujar Prof. Jimly lagi.

Unjuk wicara kurang dari satu jam itu bagi para hadirin Deklarasi Penpro sungguh menghangatkan suasana. Apalagi, Prof. Jimly juga banyak melontarkan candaan-candaan ringan yang membuat hadirin tertawa-tawa, termasuk soal royalti buku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here