Penpro.id | Penpro pada 22 Desember 2018 kelak akan menginjak usia dua tahun. Namun, kiprah Penpro sebagai salah satu organisasi penulis profesional di Indonesia masih belum seperti yang diharapkan. Walaupun demikian, dalam soal memelopori sertifikasi dan standardisasi, Penpro telah berhasil mendaftarkan SKKK (Standar Kompetensi Kerja Khusus) Bidang Penulisan dan Penerbitan di Kemnaker serta mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Penulis dan Editor Profesional.

Di samping itu, organisasi Penpro juga sudah mendapatkan legalitas dari Kemenkum HAM sebagai organisasi perkumpulan. Hal ini sebuah prestasi tersendiri mengingat umur organisasi ini yang masih sangat muda.

Penpro merupakan organisasi yang independen sehingga praktis dari awal pembentukan hingga operasional saat ini masih mengandalkan pendanaan swadaya. Tentulah ini sebuah perjuangan yang memang membutuhkan pengorbanan.

Dalam rapat pleno pada tanggal 14 Agustus 2018, Pengurus Pusat Penpro memutuskan beberapa hal strategis yang akan ditindaklanjuti pada Rapat Pleno tanggal 4 September 2018. Isu utama yang dibahas adalah restrukturisasi organisasi menyangkut keberadaan pengurus yang banyak tidak aktif dan kurang mengindahkan undangan rapat. Untuk itu, Ketum Penpro akan mengubah struktur Penpro.

Tanpa disadari, selama melaksanakan diklat-diklat terkait sertifikasi, Penpro sudah mengader begitu banyak orang yang potensial, terutama dari kalangan akademisi. Untuk itu, kepengurusan baru Penpro yang akan datang akan diisi oleh kalangan akademisi dan juga praktisi.

Isu kedua yang dibahas adalah perlunya segera melaksanakan Kongres Penpro I di Jakarta untuk mengesahkan AD/ART dan program kerja Penpro. Kongres direncanakan berlangsung pada awal Desember 2018 sekaligus dalam rangka peringatan 2 tahun Penpro. Di dalam kongres juga akan dibahas Rencana Strategis Penpro untuk lima tahun mendatang yaitu 2025.

Saat ini anggota Penpro yang tercatat adalah lebih dari 200 orang. Adapun kepengurusan daerah/cabang yang sudah mendaftarkan diri, yaitu Medan, Bengkulu, Jakarta, Depok, Solo-Jogja, Magelang, dan Semarang. Terkait dengan keanggotaan, Pengurus Pusat Penpro juga sudah bertekad untuk membenahinya, termasuk ketertiban administrasi dan pengadaan kartu anggota.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here